Komputerisasi SIM dan Pengambilan Keputusan

  1. Komputerisasi SIM.
              Komputer telah banyak sekali membantu manusia baik dalam menjalankan kegiatan perencanaan, pelaksanaan maupun pengendalian. Karena begitu praktisnya dalam penggunaan maka semakin banyak organisasi yang memanfaatkan komputer tersebut. Meskipun tipe dan ukuran kemampuan komputer itu berbeda – beda namun secara umum kemampuan komputer adalah sebagai berikut :

    1. Melakukan pekerjaan berdasarkan perhitungan matematika.
    2. Membandingkan data.
    3. Menyimpan data.
    4. Memperoleh kembali dan memperbaiki data.
    5. Mengolah data dengan cermat dan tepat.

              Jadi komputer mempunyai kelebihan kemampuan dalam memproses data sampai jutaan data, komputer juga mampu membandingkan data antara data yang satu dengan yang lainnya, komputer juga membandingkan alternatif – alternatif pemecahan masalah. Dengan menggunakan disket atau CD yang kecil dapat disimpan data dengan jumlah yang sangat banyak, tergantung dari pada kapasitas disketnya. Hal tersebut berarti efisien arsip data kertas. Proses penghitungan data secara otomatis dapat dilakukan dengan program yang sesuai . Dari uraian itu komputer memiliki kelebihan cermat, tepat, logis dan mengagumkan, namun dibalik kelebihan – kelebihan itu, komputer pun mempunyai kelemahan/kekurangan. Sebagai alat yang netral sifat kelemahanya adalah sebagai berikut :

    1. Dapat digunakan untuk maksud yang jahat dan maksud yang baik.
    2. Apabila diketahui rahasia kerjanya maka komputer dapat diperdaya mengingat yang tidak dapat berpikir secara rasional seperti manusia. Karena sebagai alat maka dapat diperalat.
    3. Komputer tidak dapat mengambil keputusan sendiri, tetapi hanya mampu menyajikan data untuk pengambilan keputusan.
    4. Komputer hanya dapat mengolah data yang dapat di angkatkan. Untuk data kualitatif tidak dapat dilakuakn oleh komputer.
    5. Komputer barulah yang dapat digunakan dengan efisien, bila data kualitatifnya lebih banyak dan kompleks. Apabila jumlahnya lebih sedikit dan perhitungan sederhana, penguunaan komputer merupakan pemborosan. Dalam berorganisasi komputer dapat di centralisasikan dalam unit pusat atau di centralisasikan ke dalam unit – unit yang bersangkutan. Jika dipusatkan dalam satu unit saja, umumnya unit ini dinamakan bagian pengolahan elektronik. Mungkin dapat juga dikompromi di antara keduanya yaitu pengolahan data yang disalurkan di sebut DPP.

              sistem informasi terus tumbuh dan berkembang, keinginan untuk mengembangkan dasar data umum telah ditingkatkan. Data bisa merupakan file atau arsip komputerisasi pusat yang berisi informasi dalam bentuk sedemikian rupa sehingga memungkinkan digunakan untuk tujuan bermacam – macam. Data bisa terdiri dari file data, data file berisi serangkaian arsip. Dengan kata lain file adalah kumpulan arsip. Setiap arsip data berisi data individual. Contohnya arsip kepegawaian yang telah dikomputerisasikan dapat digunakan sekaligus untuk daftar gaji, untuk perencanaan tenaga kerja, untuk menentukan kapan seorang karyawan itu naik pangkat, pensiun dan sebagainya. Dengan mengetahui kecanggihan komputer maka sistem informasi manajemen akan berkembang dengan baik. Dengan menggunakan komputer akhirnya dapat diciptakan model – model keputusan, sebagai hasil umpan balik dari keputusan – keputusan yang telah dibuat sebelumnya.

  2. Pengambilan Keputusan.
              Manajemen membutuhkan informasi sebagai pengambilan keputusan. sistem informasi mempunyai informasi yang penting untuk disajikan ke setiap tingkatan. Tiap – tiap kegiatan dan keputusan manajemen yang berbeda membutuhkan informasi yang berbeda pula. Oleh karena itu untuk menyajikan informasi yang relevan dan berguna bagi manajemen maka pengembangan sistem informasi harus memahami terlebih dahulu kegiatan yang dilakukan oleh manajemen dan tipe keputusannya. Kegiatan manajemen dihubungkan oleh tingkatannya di dalam organisasi. Tingkatan manajemen dapat dibedakan menjadi 3 tingkatan manajemen, yaitu :

    1. Manajemen tingkat bawah (manajemen tingkat operasional).
    2. Manajemen tingkat menengah (manajemen tingkat taktik).
    3. Manajemen tingkat atas (manajemen tingkat strategik).

              Kegiatan – kegiatan manajemen melalui pengolahan informasi, karena informasi yang dibutuhkan berbeda untuk masing – masing tingkatan informasi. Untuk masing – masing tingkatan informasi dibagi menjadi beberapa bagian yaitu :

    1. Perencanaan strategic, merupakan kegiatan manajemen tingkat atas.
    2. Pengendalian manajemen, merupakan kegiatan manajemen tingkat menengah.
    3. Pengendalian operasi, merupakan kegiatan manajemen tingkat bawah.

    Penjelasan :

    1. Perencanaan strategi.
                Definisi ini adalah sebagai proses evaluasi lingkungan luar organisasi penerapan tujuan organisasi dan penentuan strategi organisasi. Pada dasarnya perencanaan strategi meliputi :

      1. Proses evaluasi lingkungan luar organisasi, lingkungan luar dapat mempengaruhi jalanya organisasi. Oleh karena itu manajemen tingkat atas harus pandai mengevaluasinya dan harus dapat nereaksi terhadap kesempatan – kesempatan yang diberikan oleh lingkungan luar.
      2. Penetapan tujuan, adalah apa yang ingin dicapai organisasi berdasarkan visi yang dimiliki oleh manajemen. Tujuan ditetapkan oleh manajemen tingkat atas di dalam proses perencanaan strategi yang bersifat jangka panjang.
      3. Penentuan strategi, manajemen tingkat atas menentukan tindakan – tindakan yang ahrus dilakukan oleh organisasi dengan maksud untuk mencapai tujuannya. Inilah yang disebut dengan strategi. Dengan strategi semua kemampuan yang berupa sumber – sumber daya dikerahkan supaya tujuan organisasi dapat diraih.

    2. Pengendalian manajemen.
                Pengendalian manajemen adalah sistem untuk menyakinkan bahwa organisasi telah menjalankan strategi yang sudah ditetapkan secara efektif dan efisien. Pengendalian manajemen merupakan tingkatan taktik yaitu bagaimana manajemen tingkat menengah menjalankan taktik supaya perencanaan strategi dapat dilakukan dengan berhasil. Taktik yang dijalankan biasanya bersifat jangka pendek kurang dari 1 tahun. Di dalam pengendalian manajemen terdapat proses yang menunjukkan apa yang harus dilakukan oleh manajer. Proses pengendalian manajemen terdiri dari tahapan pembuatan tenaga kerja, penyusunan anggaran, pelaksanaan dan pengukuran serta pelaporan dan analisis.
    3. Pengendalian operasi.
                Pengendalian operasi adalah sistem untuk menyakinkan bahwa untuk tugas – tugas tertentu siap dilaksanakan secara efektif dan efisien. Pengendalian operasi ini merupakan penerapan program yang sudah ditetapkan di pengendalian manajemen. Pengendalian operasi dilakukan di bawah pedoman proses pengendalian manajemen dan difokuskan kepada tugas – tugas tingkat bawah.
                Dapat disimpulkan bahwa manajemen tingkat atas lebih menjurus keperencanaan jangka panjang dan penentuan strategi. Lebih abwah tingkatannya lebih menjurus ke hal – hal yang sifatnya terperinci dan operasional.

  3. Tipe Keputusan Manajemen.
              Pengambilan keputusan adalah tingkatan manajemen di dalam pemilihan alternative untuk mencapai sasaran. Kegiatan dilaksanakan setelah keputusan diambil. Keputusan yang dilakukan oleh manajer tingkat bawah sifatnya rutin dan berulang – ulang yang disebut dengan istilah terprogram atau keputusan terstruktur. Secara ringkas keputusan oleh manajemen dapat diklasifikasikan ke dalam berbagai tipe, yaitu :

    1. Keputusan terprogram atau keputusan terstruktur.
    2. Keputusan setengah terprogram atau keputusan setengah terstruktur.
    3. Keputusan tidak terprogram atau keputusan tidak terstruktur.

    Penjelasan :

    1. Keputusan tidak terstruktur.
                Adalah keputusan yang tidak terjadi berulang – ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tinkat atas. Informasi untuk pengambilan yang tidak terstruktur tidak mudah untuk didapatkan dan tidak mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar.
    2. Keputusan setengah terstruktur.
                Adalah keputusan yang sebagian dapat diprogram, sebagian berulang – ulang danrutin dan sebagian tidak terstruktur. Keputusan tipe ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan – perhitungan dan analisis yang terperinci. Contohnya keputusan membeli sistem komputer.
    3. Keputusan terstruktur.
                Adalah keputusan yang berulang – ulang dan rutin, sehingga dapat diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terhadap manajemen tingkat bawah. Contohnya keputusan penagihan barang.

  4. Tipe Informasi.
              Sistem informasi sekarang peranannya tidak hanya sebagai pengumpul data dan mengolahnya menjadi informasi laporan keuangan – keuangan saja, tetapi mempunyai peranan yang lebih penting di dalam penyediaan informasi untuk manajemen untuk fungsi – fungsi perencanaan alokasi – alokasi sumber daya, pengukuran dan pengendalian. Sistem informasi dapat menyajikan 3 macam tipe informasi yang masing – masing mempunyai arti yang berbeda untuk tingkatan manajemen yang berbeda.

    1. Informasi pengumpulan data, yaitu informasi yang berupa akumulasi atau pengumpulan informas. Informasi ini berguna untuk manajer tingkat bawah untuk mengevaluasi kinerja – kinerja bawahannya.
    2. Informasi pengarah perhatian, yaitu merupakan informasi untuk membantu manajemen memusatkan perhatian pada masalah – masalah yang menyimpang, ke tidak beresan, ke tidak efisienan, dan kesempatan – kesempatan yang dapat dilakukan.
    3. Informasi pemecahan masalah, yaitu merupakan informasi untuk membantu manajer atas mengambil keputusan pemecahan permasalahan yang dihadapinya.
  5. Tahapan Pengambilan Keputusan.
              Pengambilan keputusan bukan proses satu aktivitas saja, tetapi melewati berbagai aktivitas. Ada 4 aktivitas dalam proses pengambilan keputusan, yaitu :

    1. Tahap ke – 1, adalah pengumpulan informasi untuk mengidentifikasikan permasalahannya. Pada tahap pertama ini informasi yang dikumpulkan dapat diperoleh dari sistem informasi manajemen.
    2. Tahap ke – 2, yaitu dengan desain adalah tahap perencanaan solusi dalam bentuk alternatif – alternatif pemecahan masalah. Tahap kedua ini dapat dilakukan menggunakan decision support system yang banyak memberikan alternatif yang banyak dipilih.
    3. Tahap ke – 3, yaitu choice adalah tahap memilih solusi dari alternatif – alternatif yang disediakan.
    4. Tahap ke – 4, adalah tahap untuk melaksanakan keputusan dan melaporkan hasilnya.
  6. Sistem – Sistem Informasi di Fungsi – Fungsi Organisasi.
              Sistem – sistem informasi dapat diterapkan secara internal dan eksternal perusahaan. Secara eksternal, sistem – sistem informasi yang ada ditarik keluar menjangkau pemasuk pelanggan. Secara internal sistem – sistem informasi dapat diterapkan di dalam fungsi – fungsi organisasi atau tingkatan – tingkatan organisasi. Jika struktur organisasi berdasarkan fungsi – fungsi organisasinya maka unit – unit di perusahaan di kelompokkan menjadi beberapa fungsi departemen, misalnya akuntansi, keungan, pemasaran, produksi, sumber daya manusia, dan sebagainya.

Link Download Artikel Konsep ICT Lengkap Klik Link berikut >>> KONSEP ICT <<<

Leave a comment

Filed under Koncep ICT

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s